Biografi Singkat: DR. Adian Husaini
DR. ADIAN HUSAINI, lahir di Bojonegoro pada 17 Desember 1965. Pendidikan formalnya ditempuh di SD-SMA di Bojonegoro, Jawa Timur. Gelar Sarjana Kedokteran Hewan diperoleh di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, 1989. Magister dalam Hubungan Internasional dengan konsentrasi studi Politik Timur Tengah diperoleh di Program Pasca Sarjana Universitas Jayabaya, dengan tesis berjudul Pragmatisme Politik Luar Negeri Israel. Sedangkan gelar doktor dalam bidang Peradaban Islam diraihnya di International Institute of Islamic Thought and Civilization — Internasional Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM), dengan disertasi berjudul “Exclusivism and Evangelism in the Second Vatican Council: A Critical Reading of The Second Vatican Council’s Documents in The Light of the Ad Gentes and the Nostra Aetate”.
Teori Rasional Agama
Teori Rasional Agama kini sering menjadi pembahasan dalam perbincangan-perbincangan politik. Teori yang berkenaan langsung dengan ulama atau tokoh-tokoh agama ini saya rasa perlu untuk diketahui bersama. Teori ini menyebutkan sebagai berikut:
“Semakin dekat seorang ulama/pemuka agama dengan pemerintah/penguasa, maka fatwa-fatwa/keputusan-keputusan agama yang ia buat akan cenderung mendukung pemerintahan/kekuasaan tersebut — Sebaliknya, semakin jauh seorang ulama/pemuka agama dengan pemerintah/penguasa, maka fatwa-fatwa/keputusan-keputusan yang ia buat akan lebih kritis atau menentang pemerintah/penguasa”.
10 Alat Propaganda
Propaganda adalah salah satu alat politik dimana komunikator (penyampai pesan) hendak mempengaruhi komunikan (penerima pesan) dengan lugas, singkat dan jelas yang kadang menggunakan bahasa-bahasa ancaman. Inilah beberapa alat propaganda yang sering digunakan:
1. Pengerahan Massa (Mass Forming) yakni mengerahkan masa besar dan diberikan pidato-pidato penyemangat. Hal ini sering sekali dilakukan pada upacara militer atau di kampanye-kampanye tertentu.
2. Slogan yang bombastis: Read the rest of this entry »
Rasionalisasi Kelompok Anarkis
Alkisah, sekelompok bajak laut tertangkap oleh patroli laut kerajaan Inggris dan dihadapkan kepada Raja Hendri ke V untuk dihukum gantung. Sebelum prosesi penggantungan sang raja berkata “Kalian itu anarkis dan perompak tak bermoral!”
Kemudian pemimpin bajak laut itu menyela “Sesungguhnya kau dan kami adalah sama!”
“Apa kau bilang!?!” lanjut sang raja “Berani-beraninya engkau menyamakan aku dengan perusuh seperti kalian!”
Sang pemimpin bajak laut itupun berkata lagi “Yang membedakan kami dan kau adalah kau merampas barang milik orang lain dengan armada besar sedangkan kami hanya menggunakan Frigate kecil”
Propaganda Media
“Propaganda Media” berlandaskan “Psychological Operations Field Manual No. 33-1” yang diterbitkan pada bulan Agustus 1979 oleh Departemen Markas Besar Angkatan Darat (Department of the Army Headquarters) di Washington DC; dan “Psychological Operations (PSYOP) Media Subcourse PO-0816” oleh Institut Angkatan Darat Pengembangan Profesionalitas (The Army Institute for Professional Development) pada tahun 1983.
Propaganda Media dikategorikan berdasarkan penyebarannya
- Komunikasi langsung (tatap muka)
Definisi Propaganda
Arti propaganda menurut “The Greenwood Encyclopedia of International Relations”
English:
“The deliberate spread of ideas, images, and information which may (but need not) be untrue, to advance one’s cause and undermine the interest of opponents”.
Bahasa:
Definisi Diplomasi
The Greenwood Encyclopedia of International Relations, volume 1, p. 433
English:
The art of negotiation (Webster’s New World College Dictionary: a conferring, discussing, or bargaining to reach agreement), comprising the essential activity of all international politics.
Bahasa:
Seni bernegosiasi (Webster’s New World College Dictionary: perundingan, diskusi, atau tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan), perundingan adalah sifat dasar yang sangat diperlukan sekali dalam politik internasional.
Indonesia between the Power Blocs
By Mohammad Hatta
Indonesia, rich in natural resources and having 84,000,000 inhabitants, comes automatically as important factor onto the chessboard of world politics. It is not surprising, then, that the Western press has been asking questions recently about the direction of Indonesian foreign policy. Will she turn her back on the West and move closer to the Communist countries whose center of attraction is Moscow? None of the politicians, diplomats, journalists or businessmen who have occasion to visit Indonesia can keep from speculating on this subject.
Tujuan Diplomasi Menurut Kautilya
Tidak mungkin seseorang mengaplikasikan “jumping into troubled waters without making a splash” itu tidak ada motif atau tujuan. Kautilya, ahli stategi politik di masa dinasti Mauryan di India, memaparkan ada empat motif diplomasi;
1. Acquisition: tujuan diplomasi adalah untuk membuat hubungan dengan negara lain (hubungan diplomatik)
2. Preservation: tujuan diplomasi adalah untuk menjaga hubungan hubungan dengan negara lain
3. Augmentation: tujuan diplomasi adalah untuk memperluas hubungan diplomatik
4. Proper distribution: tujuan diplomasi adalah harmoni, perdamaian atau siddhi.






